Berita
DARI MANA MEMBANGUN PRIBADI MUSLIM
Senin, 19 Juli 2010. Dikirimkan oleh : SEKRETARIAT
Pada zaman kita sekarang ini telah muncul budaya asing yang sangat mempengaruhi pribadi muslim. Dan ini banyak terjadi pada muda-mudi islam pada khususnya dan kaum muslim pada umumnya. Mereka kebanyakan terlena dan terpukau oleh gaya hidup budaya asing yang tidak mencerminkan budaya islam. Hal tersebut dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berpakaian, penampilan, akhlak dan tindakan. Pergaulan bebas, pakaian yang menampakan aurat (Mini), musik-musik yang membangkitkan nafsu dan lain-lain, telah dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Dalam kondisi ini sudah saatnya bagi kita untuk kembali untuk kembali memperbaiki dan membangun pribadi muslim yang sesuai dengan ajaran islam. Al-Qur’an dan sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah SAW. Yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupannya yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim.
Pribadi muslim yang dikehendaki oleh Al-Qur'an dalam sunnah adalah pribadi yang shaleh, pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya diwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah SWT. Persepsi masyarakat tenang pribadi muslim memang berbeda-beda, bahkan banyak yang pemahamannya sempit, sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan islam dari aspek ubudiyah, padahal itu hanyalah salah satu aspek yang harus ada pada pribadi seorang muslim. Oleh Karen itu standar pribadi muslim yang berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah merupakan sesuatu yang wajib dirumuskan, sehingga menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim. Bila disederhanakan, sekurang-kurangnya ada sepuluh profil atau ciri khas yang mesti ada pada pribadi seseorang muslim.
1. Salimul Aqidah
Aqidah yang bersih (Salimul aqidah) merupakan sesuatu yang sepatutnya ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya.
Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah SWT sebagai mana firman – Nya yang artinya : "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam". (QS 6 :162)
2. Shahihul Ibadah
Ibadah yang benar (Shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul SAW yang penting, dalam satu hadistnya : beliau menyatakan : "Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat". Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW. Yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.
3. Chusnul Khuluq
Akhlak yang mulia merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah SWT maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik didunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencotohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabaikan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur'an, Allah berfirman yang artinya : "Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung" (QS 68 : 4)
4. Qowiyyul Jismi.
Kekuatan jasmani (Qowiyyul Jismi) merupakan salah satu sisi pribadi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat, dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah SWT dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapatkan perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama dari pada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sering sakit. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasullah SAW bersabda yang artinya : "Mu'min yang kuat lebih aku cintai daripada mu'min yang lemah". (HR. Muslim)
5. Mutsaqqohul Fikri.
Intelek dalam berfikir (Mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yan penting. Satu sisi itu salah satu sifat Rasul adalah Fathonah (cerdas) dan Al-Qur'an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah SWT yang artinya : " Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah : ' Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. ' dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah : ' yang lebih dari keperluan.' Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir'. (QS 2 : 219)
Didalam islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan kecuali harus dimulai dengan aktifiti berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Dapat kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah SWT mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya : " katakanlah, samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?" sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (QS 39 : 9)
|