Berita
:: Khalifah Umar dan Nenek Tua ::
Jum'at, 5 Februari 2010. Dikirimkan oleh : Sekretariat
Di pagi
yang sangat cerah, seorang perempuan tua berjalan terbungkuk-bungkuk dengan tongkat
di tangannya. Ia berjalan melewati tempat dimana Khalifah Umar bin Khattab dan
para sahabat sedang berdiri. Melihat wanita tua itu, Khalifah Umar lari
tergesa-gesa mengejarnya dan meninggalkan semua sahabat-sahabat lainnya. Beliau
menundukkan kepalanya dengan khidmat sehingga bisa mendengar apa yang dikatakan
kepadanya. Beliau tidak meninggalkannya sehingga semua urusan perempuan tua
tadi beres.
Selesai
membantunya, Khalifah Umar bin Khattab kembali kepada para sahabatnya. Salah
seorang dari sahabat bertanya: “Kenapa engkau wahai Umar meninggalkan kami dan
berlari kepada perempuan tua itu?”
Khalifah
Umar segera menjawab: “Tahukah kalian siapa wanita tua tadi?” Parasahabat pun penasaran seraya berkata: “Kami tidak tahu wahai Amirul Mukminin?”
Khalifah Umar lalu menjelaskan tentang wantia tua tersebut: “Perempuan tadi
adalah Khaulah binti Tsa’labah. Allah telah mendengar pengaduannya dari atas
tujuh lapis langit,”
Cerita
Khaulah binti Tsa’labah sangat populer, dan tertera di dalam al-Quran dalam surat Al-Mujadalah. Ia
adalah sebab dari turunnya surattersebut. Kisahnya, suami wanita tua itu bernama Aus bin Shamit, pada suatu
waktu suami tersebut telah berbuat dzhihar olehnya dengan mengatakan: “Bagiku
engkau sudah seperti punggung ibuku.” Menurut adap jahiliah kalimat dzihar
seperti kalimat talak, seolah-olah ia telah mentalak istrinya. Maka khaulah
mengadukan hal ini kepada Rasulullah saw. Beliau saw pun tidak bisa memutuskan
perkara ini, karena dalam hal ini belum ada wahyu turun dari Allah swt. Kemudian
Khaulah berulang-ulang mendesak kepada Rasulullah saw agar menetapkan suatu
keputusan dalam hal ini.
Sehingga
kemudian turunlah Malaikat Jibril yang membawa wahyu dari Allah swt, yang
artinya: “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan
gugatan kepadamu tentang suaminya, dan mengadukan halnya kepada Allah. Dan
Allah mendengar soal antara kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar
lagi Maha Melihat.”
“Demi
Allah seandainya dia tidak berpaling walaupun hingga malam hari, maka saya
tidak akan berpaling pula sampai aku bisa membantu apa yang diperlukannya.”
Ujar Khalifah Umar kepada sahabatnya.
Sumber: Assegaf, Hasan Husein. Kado Dari Kota Nabi. Malang: 2010
www.tamanbuku.com
|