Indonesia English Arabic  
  Home
  Berita
  Profil
  Mukadimah
  Lembaga Otonom
  Bagian Nasab
  Laporan Kegiatan
  Buletin
  Galeri Photo
  Lain-Lain
  Jadwal Acara Pernikahan
  Berita Duka
  Link
 

Login

 

Password

 
 

Daftar menjadi anggota

Lihat Forum



 
Shubuh 04:51:00 WIB
Dzhur 11:58:00 WIB
Asr 15:21:00 WIB
Maghrib 17:52:00 WIB
Isha 19:06:00 WIB

 
 


Berita

:: Khalifah Umar dan Nenek Tua ::

  Jum'at, 5 Februari 2010. Dikirimkan oleh : Sekretariat


Di pagi yang sangat cerah, seorang perempuan tua berjalan terbungkuk-bungkuk dengan tongkat di tangannya. Ia berjalan melewati tempat dimana Khalifah Umar bin Khattab dan para sahabat sedang berdiri. Melihat wanita tua itu, Khalifah Umar lari tergesa-gesa mengejarnya dan meninggalkan semua sahabat-sahabat lainnya. Beliau menundukkan kepalanya dengan khidmat sehingga bisa mendengar apa yang dikatakan kepadanya. Beliau tidak meninggalkannya sehingga semua urusan perempuan tua tadi beres.

 

Selesai membantunya, Khalifah Umar bin Khattab kembali kepada para sahabatnya. Salah seorang dari sahabat bertanya: “Kenapa engkau wahai Umar meninggalkan kami dan berlari kepada perempuan tua itu?”

 

Khalifah Umar segera menjawab: “Tahukah kalian siapa wanita tua tadi?” Parasahabat pun penasaran seraya berkata: “Kami tidak tahu wahai Amirul Mukminin?” Khalifah Umar lalu menjelaskan tentang wantia tua tersebut: “Perempuan tadi adalah Khaulah binti Tsa’labah. Allah telah mendengar pengaduannya dari atas tujuh lapis langit,”

 

Cerita Khaulah binti Tsa’labah sangat populer, dan tertera di dalam al-Quran dalam surat Al-Mujadalah. Ia adalah sebab dari turunnya surattersebut. Kisahnya, suami wanita tua itu bernama Aus bin Shamit, pada suatu waktu suami tersebut telah berbuat dzhihar olehnya dengan mengatakan: “Bagiku engkau sudah seperti punggung ibuku.” Menurut adap jahiliah kalimat dzihar seperti kalimat talak, seolah-olah ia telah mentalak istrinya. Maka khaulah mengadukan hal ini kepada Rasulullah saw. Beliau saw pun tidak bisa memutuskan perkara ini, karena dalam hal ini belum ada wahyu turun dari Allah swt. Kemudian Khaulah berulang-ulang mendesak kepada Rasulullah saw agar menetapkan suatu keputusan dalam hal ini.

 

Sehingga kemudian turunlah Malaikat Jibril yang membawa wahyu dari Allah swt, yang artinya: “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya, dan mengadukan halnya kepada Allah. Dan Allah mendengar soal antara kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

 

“Demi Allah seandainya dia tidak berpaling walaupun hingga malam hari, maka saya tidak akan berpaling pula sampai aku bisa membantu apa yang diperlukannya.” Ujar Khalifah Umar kepada sahabatnya.

 

 

Sumber: Assegaf, Hasan Husein. Kado Dari Kota Nabi. Malang: 2010

www.tamanbuku.com



 
  • IDUL FITRI
    Kata \'Id terambil dari akar kata yang berarti kembali, yakni kembali ke tempat atau ke keadaan semula. Ini berarti bahwa sesuatu yang \"kembali\" pada mulanya berada pada suatu keadaan atau tempat, kemudian meninggalkan tempat atau keadaan itu, lalu kembali dalam arti ke tempat dan keadaan semula
  • A U R A T
    Aurat adalah bagian tubuh yang wajib ditutup dan diharamkan untuk melihatnya. Dalam hukum fikih aurat laki-laki antara pusar dan lutut, sedangkan aurat bagi perempuan, adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Menutup aurat adalah cabang dari iman. Yang tidak punya iman berarti tid
  • LAILATUL QADAR
    Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sedang duduk i\'tikaf semalam suntuk pada hari-hari terakhir Bulan Suci Ramadhan. Para sahabat pun tidak sedikit yang mengikuti apa yang dilakukan Nabi SAW ini. Beliau berdiri shalat mereka juga shalat, beliau menegadahkan tangannya untuk berdo\'a dan para sahabat
  • AL QUR AN DARI ZAMAN KE ZAMAN
    Para Ulama bersepakat bahwa turunnya Al Qur’an a terjadi secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi dua periode, yaitu periode Makkah dan periode Madinah. Periode Makkah berlangsung selama 13 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan ayat-ayat yang tur
  • MARHABAN YA RAMADHAN
    Tidak terasa bulan yang penuh rahmat serta berkah telah hadir kembali bersama-sama kita. Aneka ragam cara dilakukan dalam menyambutnya. Semuanya bisa diterima dan dibenarkan, namun yang paling tepat dijadikan teladan dalam menyambut dan mengisi Bulan Suci Ramadhan adalah Rasulullah SAW, para sahabat
 
  Menurut anda apakah website ini bermanfaat ?